Minggu, 15 Oktober 2017

Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd. Pendekatan Tematik dan implementasinya dalam pembelajaran pkn sd




 

 




PENDEKATAN TEMATIK DAN IMPLEMENTASI DALAM PEMBELAJARAN PKN SD


Makalah
Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Pkn SD
Dosen: Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd


Oleh :
Yolantri                                  2015820038



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017






KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadiran Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Pengembangan Pembelajaran Pkn SD. Banyak kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi dalam membuat tugas ini tetapi dengan semangat dan kegigihan penulis mampu menyelesaikan tugas ini dengan baik, Penulis berharap semoga dengan disusunnya makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi para pembaca.

                                                                                   

       Cirendeu, 03 Agustus 2017
                                                                                                           
                                                                                               
Penulis







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... !
DAFTAR ISI..................................................................................................!!
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang...................................................................................1
B.   Rumusan Masalah........................................................................... ..2
C.   Maksud dan Tujuan.......................................................................... .2
BAB II PEMBAHASAN
A.   Pengertian Pendekatan Pembelajaran Tematik .................................3
B.   Ciri-ciri Pembelajaran Tematik.............................................................4
C.   Peran dan Pemilihan Tema dalam Pembelajaran Tematik..................6
D.   Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tematik.............7
E.   Keunggulan dan Keuntungan
Pembelajaran Tematik...................................................................... ..7
F.    Implementasi Pendekatan Tematik dalam
Pembelajaran Pkn SD.........................................................................8
G.   Model-model pembelajaran tematik....................................................8.


BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan.......................................................................................... 11
B.   Saran....................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................12



BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Keputusan dalam suatu pembelajaran sangat diperlukan pendekatan pembelajaran yang mendukung suatu keberhasilan dari proses belajar agar dapat tercapai tujuan pembelajaran yang baik dan mendapat hasil belajar sesuai yang kita inginkan. Kalau dilihat dari kurikulum 2013, maka pendekatan pembelajaran yang sesuai adalah pendekatan tematik, karena proses pembelajaran harus memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran lain.
Pendekatan tematik merupakan pendekatan yang dibutuhkan saat ini. Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran suatu proses untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, serta kebutuhan dan tuntutan lingkungan social keluarga.

B.        Rumusan Masalah
1.         Apa yang dimaksud dengan pendekatan tematik?
2.         Apa ciri – ciri dari pendekatan tematik?
3.         Bagaimana peran dan pemilihan tema dalam pembelajaran tematik?
4.         Apa hal – hal yang diperhatikan dalam pembelajaran tematik?
5.         Seperti apa keunggulan dan kelemahan pembelajaran tematik?
6.         Bagaimana implementasi pendekatan tematik dalam  
  pembelajaran PKn  SD?
7.         Apa model – model pembelajaran tematik?


C.        Maksud dan Tujuan
1.         Mengetahui maksud pendekatan tematik.
2.         Mengetahui ciri – ciri pendekatan tematik.
3.         Mengetahui peran dan pemilihan tema dalam pembelajaran tematik.
4.         Mengetahui hal – hal yang diperhatikan dalam pembelajaran tematik.
5.         Mengetahui keunggulan dan kelemahan pembelajaran tematik.
6.         Mengetahui implementasi pendekatan tematik dalam pembelajaran Pkn SD.
7.         Mengetahui model – model pembelajaran tematik dan  
            model-model pembelajaran terpadu

 BAB II
PEMBAHASAN



A.                          Pengertian Pendekatan Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik berasal dari kata integrated teaching and learning atau integrated curriculum approach yang konsepnya telah lama dikemukakan oleh Jhon dewey sebagai usaha mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa dan kemampuan perkembangannya ( Beans, 1993 ; udin sa’ud dkk, 2006 ). Jacob (1993) memandang pembelajaran tematik sebagai suatu pendekatan kurikulum interdisipliner (integrated curriculum approach). Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran suatu proses untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, serta kebutuhan dan tuntutan lingkungan social keluarga.
Definisi lain tentang pendekatan tematik adalah pendekatan holistic, yang mengkombinasikan aspek epistemology, social, psikologi, dan pendekatan pedagogic untuk mendidik anak, yaitu menghubungkan antara otak dan raga, antara pribadi dan pribadi, antara individu dan komunitas, dan antara domain-domain pengetahuan ( Udin Sa’ud dkk, 2006 ) Wolfinger ( 1994:133 ) mengemukakan dua istilah yang secara teoritis memiliki hubungan yang sangat erat, yaitu integrated curriculum (kurikulum tematik) dan intregated learning (pembelajaran tematik). Kurikulum tematik adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan isi, ketrampilan, dan sikap. Perbedaan yang mendasar dari konsepsi kurikulum tematik dan pembelajaran tematik terletak pada perencanaan dan pelaksanaannya. Idealnya, pembelajaran tematikseharusnya bertolak pada kurikulum tematik, tetapi kenyataan menunjukan bahwa banyak kurikulum yangmemisahkan mata pelajaran yang satu dengan lainnya (separated subject curriculum) menuntut pembelajran yang sifatnya tamatik (integrated learning).
Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pembelajaran ini berangakat dari teori pembelajaran yang menolak proses latihan/ hafalan (drill) sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak. Teori belajarini dimotori oleh para tokoh psikologi Gestalt, (termasuk teori Piaget) yang menekankan bahwa pembelajaran itu haruslah bermakna dan menekankan juga pentingnya program pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak.

B.                  Ciri-ciri Pembelajaran Tematik                                        
Pembelajaran tematik memiliki ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikut
1) berpusat pada siswa,
2) Memberikan pengalaman langsung kepada siswa,
3) Pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas,
4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu  
     proses pembelajaran,
5) Bersifat fleksibel,
6) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan
     kebutuhan siswa. Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas
     tentang karakteristik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1.         Berpusat pada siswa
Proses pembelajaran yang dilakukan harus menempatkan siswa sebagai pusat aktivitas dan harus mampu memperkaya pengalaman belajar. Pengalaman belajar tersebut dituangkan dalam kegiatan belajar yang menggali dan mengembangkan fenomena alam di sekitar siswa.
2.         Memberikan pengalaman langsung kepada siswa
Agar pembelajaran lebih bermakna maka siswa perlu belajar   secara langsung dan mengalami sendiri. Atas dasar ini maka guru perlu menciptakan kondisi yang kondusif dan memfasilitasi tumbuhnya pengalaman yang bermakna.
3.         Pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas
Mengingat  tema dikaji dari berbagai mata pelajaran dan saling keterkaitan maka  batas mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.
4.     Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu  proses pembelajaran.
5.         Bersifat fleksibel
Pelaksanaan pembelajaran tematik tidak  terjadwal secara ketat antar mata pelajaran.
6.         Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat,  
dan kebutuhan siswa.
Sehubungan dengan hal tersebut diungkapkan pula karakteristik pembelajaran tematik sebagai berikut:
1)         pembelajaran berpusat pada anak,
2)         menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan,
3)         belajar melalui pengalaman langsung,
4)         lebih memperhatikan proses daripada hasil semata,
5)         sarat dengan muatan keterkaitan.

C.             Peran dan Pemilihan Tema dalam Pembelajaran Tematik
Tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain:
1.         Siswa lebih mudah memusatkan perhatian pada satu tema   
atau topik tertentu.
2.         Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan
berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama.
3.         Pemahaman terhadap  materi pelajaran lebih mendalam dan
berkesan
4.         Kompetensi berbahasa bisa dikembangkan lebih baik dengan
mengaitkan mata pelajaran lain dan pengalaman pribadi siswa.
5.         Siswa lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena
materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
6.         Siswa lebih bergairah belajar karena mereka bisa
berkomunikasi dalam situasi yang nyata.
7.         Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang
disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 kali.
Pemilihan tema dalam pembelajaran tematik dapat berasal dari guru dan siswa. Pada umumnya guru memilih tema dasar dan siswa menentukan unit temanya.  Tema juga dapat dipilih berdasarkan pertimbangan konsensus antar siswa.

D.             Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tematik
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembelajaran tematik, yaitu:
1.         Pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan
kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan utuh.
2.         Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik  perlu
mempertimbangkan alokasi waktu untuk setiap topik, banyak sedikitnya bahan yang tersedia di lingkungan.
3.      Pilihlah tema yang terdekat dengan siswa.
4.      Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai
         dari pada tema.

E.             Keunggulan dan kekurangan Pembelajaran Tematik
Pelaksanaan pembelajaran tematik memiliki beberapa keuntungan dan juga kelemahan yang diperolehnya. Keuntungan yang dimaksud yaitu:
1.         Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan
siswa
2.         Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa.
3.         Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan
dan bermakna.
4.         Menumbuhkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
Pembelajaran tematik di samping memiliki beberapa keuntungan sebagaimana dipaparkan di atas, juga terdapat beberapa kekurangan yang diperolehnya. Kekurangan yang ditimbulkannya yaitu:
1.      Guru dituntut memiliki keterampilan yang tinggi 
2.      Tidak setiap guru mampu mengintegrasikan kurikulum
dengan konsep-konsep yang ada dalam mata pelajaran secara tepat.
                                                                                               
F.             Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar dalam
pembelajaran pkn sd
Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekaatan tematik antara lain sebagai berikut ;
1).     Rancangan pembelajaran, dalam tahap ini guru PKn   menyiapkan media pembelajaran tematik yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan diajarkan kepada siswa. Dengan demikian, guru hanya tinggal menentukan tema penghubung antar mata pelajaran berdasar kesamaan indikator pencapaian dari masing-masing kompetensi dasar. Estela itu guru membuat RPP pembelajaran tematik,
2).      Pelaksanaan pembelajaran,guru harus lebih kreatif dalam
mengelola pembelajaran. Hal ini dikarenakan pengalaman guru sangat penting dalam pengelolahan pembelajaran. Selain itu media yang dipakai juga harus bervariasi sehingga dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik.


G.             Model-Model Pembelajaran Tematik
Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan belajar bagi siswa. Pengalaman belajar yang menunjukan keterkaitan unsur – unsur konseptual menjadikan pembelajaran lebih efektif. Perolehan keutuhan belajar,  pengetahuan, dan kebulatan pandangan tentang kehidupan nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran tematik (terpadu) (William dalam Udin Sa’ud, 2006). Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik dan unit tematisnya, Forgaty(1991) mengemukakan bahwa ada sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran tematik :
1.         Model penggalan ( fragmented ) memisah-misahkan disiplin
ilmu atas mata pelajaran-mata pelajaran, seperti matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan sebagainya.
2.         Model keterhubungan (Connected) dilandasi oleh anggapan
bahwa butir-butir pembelaaajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu.
3.         Model sarang (Nested) merupakan pemaduan bentuk
penguasaan konsep ketrampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran.
4.         Model urutan / rangkaian (Sequenced) merupakan model
pemaduan topic-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara pararel.
5.         Model bagian (Shared) merupakan pemaduan pembelajaran
akibat adanya”overlapping”konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih.
6.         Model jarring laba-laba (Webbed) model ini bertolak dari
pendekatan tematis sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran.
7.         Model galur (Thereaded) merupakan model pemaduan bentuk
Keterampilan.
8.         Model ketematikan (Integrated) merupakan pemaduan
sejumlah topic dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinyasama dalam sebuah topic tertentu.
9.         Model celupan (Immerrsed) model ini dirancang untuk
membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan pemakaiannya.
10.      Model jaringan (Networked) merupakan model pemaduan
pembelajaran yang mengandalkan kemungkinan, pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk ketrampilan baru setelah siswa mengadakanstudy lapangandalam situasi, kondisi maupun konteks yang berbeda-beda.

F.           Model-model Pembelajaran Tematik
  1.       The Nested Model (Model Tersarang)
Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada  kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui aktivitas yang telah terstruktur.
2.         The Fragmented Model ( Model Fragmen)
Model Penggalan (Fragmented) adalah model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.
3.         The Sequenced Model ( Model Terurut)
Model Pengurutan (Sequenced) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan mengurutkan urutan topic-topik yang diajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling mengutamakan karena tiap subjek saling mendukung.
4.         The Shared Model ( Model Terbagi)
Model Irisan (Shared) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan serta sikap. Penggabungan antara konsep pelajaran, keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. Model ini berbeda dengan model sarang, dimana tema memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dan sikap menjadi kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanya memayungi satu pelajaran saja.

5.          The Threaded Model (Model Pasang Benang)
Model Bergalur (Threaded) adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek. Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (problem solving) dari beberapa mata pelajaran dicari materi yang merupakan bagian dari problem solving. Seperti komponen memprediksi, meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuag bacaan, hipotesis laboratorium dan sebagainya. Keterampilan-keterampilan ini merupakan dasar yang saling berkaitan. Keterampilan yang digunakan dalam model ini disesuaikan pula dengan perkembangan usia siswa sehingga tidak tumpang tindih.
6.         The Immersed Model (Model Terbenam)
Model Terbenam (Immersed) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMU dalam bentuk proyek di akhir semester.
7.         The Networked Model (Model Jaringan)
Model Jaringan Kerja (Networking) adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet, saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya.



PENUTUP

A.              Kesimpulan
Model pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang menunjukan kaitan unsure-unsur konseptual baik didalam maupun antar mata pelajaran, untuk memberi peluang bagi terjadinya pembelajaran yang efektif dan untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak.
Pembelajaran tematik sebagai pendekatan baru merupakan seperangkat wawasan dan aktifitas berpikir dalam merancang butur-butir pembelajaran yang ditujukan untuk menguntai tema, topic maupun pemahaman dan ketrampilan yang diperoleh siswa sebagai pembelajaran secara utuh dan padu. Atau dengan pengertian lain pembelajaran tematik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan, merakit atau menghubungkan sejumlah konsep dari berbagai mata pelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan siswa secara stimulan.
B.                 Saran
Untuk meningkatkan mutu dan proses pembelajaran sesuai yang di canangkan pemerintah, maka diharapkan kepada semua pihak yang terkait dalam lembaga pendidikan, agar dapat menerapkan pendekatan tematik di sekolah yang di ajarnya. Agar pendekatan tematik terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, maka diminta kepada guru untuk mempelajari dengan baik mengenai pendekatan tematik secara mendalam.



DAFTAR PUSTAKA

Sutirjo dan Sri Istuti Mamik, Tematik: Pembelajaran Efektif dalam Kurikulum 2004, Bayumedia Publishing, Malang, 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar